Kamis, 25 Februari 2016

kedelai dan kandungan gizinya


a.    Deskripsi


Kedelai merupakan terma dekotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tanaman setengah merambat dalam kneadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah subtropik, juga merupaka tanaman hari pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia akan segera berbunga apabila pada masa berbunga panjang harikurang dari 13 jam. Ini menjelaskan rendahya produksi didaerah tropika, karena tanaman terlalu dini berbunga.
Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endosperma. Embrio terletak diantara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, dan coklat. Pusar biji (hilum) dalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapi ada pula yang bulat agak pipih. Biji kedelai yang kering akan berkecambah apabila memperoleh air yang cukup. Kecambah kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji tumbuh diatas tanah . warna hipokotil, yaitu batang kecambah dibawah keping, ungu atau hujau  yang berhubungan dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran ( tauge).
Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembaban tanah turun, akar akan berkembang lebih kedalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. Pertanaman kesamping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumbuhnya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya intil-bintil akar. Bintik akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat netrogen Bradyrhizobium japonicumyang bersimbiosis secara mutuasi dengan kedelai. Pada tanah yang mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15-20 hari setelah tanam. Bateri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari udara dalambentuk gas  N2 yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO2).
b.    Kandungan gizi
Kandungan kedelai per 100 g nya adalah sebagai berikut :
-       Protein           34,9 g
-       Kalori              331 kal
-       Lemak            18,1 g
-       Hidrat arang  34,8 g
-       Kalsium         227 mg
-       Fosfor             585 mg
-       Zat besi          8 mg
-       Vitamin A       110 si
-       Vitamin B1    1,07 mg
-       Air                   7,g g

panduan budidaya buah naga


A.   Sejarah dan deskripsi



Buah naga dikelompokan kedalam keluarga tanaman kaktus. Meskipun dikenal sebagai buah dari Asia, tanaman ini aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pada tahun 1870, bangsa Perancis membawa buah naga dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga kemudian dikonsumsi secara meluas di Vietnam dan Cina.
Buah Naga terdiri dari akar, batang, duri, bunga, dan buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang dalam tanah pada batang atas sebagai akat gantung. Akar tumbuh sepanjang batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Pada bagian duri, akan tumbuh binga yang bentuknya  mirip bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat.  Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning unutk buah naga kuning. Disekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut Buah Naga.
Batang da bentuknya segitiga, durinya sangat pendek dan tidak mencolok, sehingga sering dianggap “ kaktus tak berduru”. Bunganya mekar pada awal senja jika kuncup bunga sudah berukuran 3 cm.  Mahkota bunga bagian luar yag berwarna krem, mekar sekitar pukul sembilan malam, lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, mliputi sejumlah benang sari yang berwarna kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh, bunga nagamenyebar bau yang harum. Aroma ini untuk memikat kelelawar, agar menyerbuki bunga buah naga.
Di Indonesia, buah naga mulai populer sejak tahun 2000. Tidak jelas benar siapa yang pertama kali mengembangkannya. Diperkirakan buah naga yang masuk ke negeri kita berasal dari Thailand dan dibudidayakan oleh para pehobi tanaman secara sporadis.
Saat ini terdapat beberapa spesies tanaman buah naga yang banyak dibudidayakan. Jenis-jenisnya buah populer yaitu:
·         Hylocereus undatus kulitnya merah dengan daging buah putih
·         Hylocereus polyrhisus kulit merah dengan daging buah merah
·         Hylocereus costaricensis kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan
·         Hylocereus megelanthus kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih.
Budidaya buah naga sangat cocok dengan kondisi iklim dan alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 C.
B.   Memilih bibit buah naga

Tanaman buah naga bisa diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Cara generatif yaitu memperbanyak tanaman dari biji. Benih diambil dengan cara mengeluarkan biji dari buah naga terpilih. Cara ini sedikit sulit dan biasanya dilakukan oleh para penangkar berpengalaman.
Cara vegetatif relatif lebih banyak dipakai karena lebih mudah. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa dipastikan menurun pada anaknya. Berikut ini langkah-langkah penyetekkan buah naga:
Penyetekkan dilakukan terhadap batang atau cabang tanaman yang pernah berbuah, setidaknya 3-4 kali. Hal ini berguna agar hasil setek bisa berproduksi lebih cepat dan produktivitasnya sudah ketahuan dari hasil buah terdahulu.
Pilih batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang tersebut akan jadi batang utama tanaman.
Pemotongan dilakukan terhadap batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan dipotong semua, sisakan sekitar 20%, bagian yang 80% akan dijadikan calon bibit.
Potong-potong batang calon bibit dengan panjang sekitar 20-30 cm. Ujung bagian atas dipotong rata, sedangkan pangkal bawah yang akan ditancapkan ke tanah dipotong meruncing. Gunanya untuk merangsang pertumbuhan akar.
Potongan setek harus memiliki setidaknya 4 mata tunas. Panjang setek bisa lebih pendek namun konsekuensinya akan berpengaruh pada kecepatan berbuah.
Biarkan batang setek yang telah dipotong-potong tersebut hingga getahnya mengering. Apabila langsung ditanam getah yang masih basah bisa menyebabkan busuk batang. Untuk menghindari resiko serangan jamur batang setek bisa di celupkan pada larutan fungisida.
Siapkan bedengan atau polybag untuk menanam setek-setek tersebut. Untuk campuran tanah atau media tanamnya silahkan lihat cara membuat media persemaian.
Siram bedengan atau polybag yang telah diisi dengan media tanam. Kemudian tancapkan bagian yang runcing dari setek kedalam media tanam sedalam 5 cm.
Berikan naungan atau sungkup untuk melindungi setek tersebut. Lakukan penyiraman sebanyak 2-3 hari sekali.
Setelah 3 minggu, tunas pertama mulai tumbuh dan naungan atau sungkup harus dibuka agar bibit mendapatkan cahaya matahari penuh.
Pemeliharaan bibit biasanya berlangsung hingga 3 bulan. Pada umur ini tinggi bibit berkisar 50-80 cm.
C.   Persiapan penanaman buah naga
Kebutuhan bibit untuk budidaya buah naga seluas satu hektar sekitar 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang diperlukan tergantung pada metode tanam dan pengaturan jarak tanam. Kali ini alamtani membahas metode budidaya buah naga dengan tiang panjat tunggal. Dengan sistem ini dibutuhkan tiang panjat sebanyak 1600 batang dengan kebutuhan bibit tanaman sebanyak 6400 bibit per hektar.

1.     Pembuatan tiang panjat

Dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat diperlukan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton. Bentuk tiangnya bisap pilar segi empat atau silinder dengan diameter sekitar 10-15 cm.
Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5 meter. Tiang tersebut ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri. Di ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu atau besi membentuk ‘+’. Kemudian tambahkan besi berbentuk lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. Sehingga bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil.
Buatlah tiang panjat tersebut secara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2,5 meter sedangkan jarak antar baris 3 meter. Jarak ini juga sekaligus menjadi jarak tanam. Di antara barisan buat saluran drainase sedalam 25 cm.
2.    Pengolahan tanah
Setelah tiang panjat disiapkan, buatlah lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman 25 cm. Posisi tiang panjat persis terletak ditengah-tengah lubang tanam tersebut.
Campurkan 10 kg pasir dengan tanah galian untuk menambah porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan juga dolomit atau kapur pertanian sebanyak  300 gram, karena buah naga memerlukan banyak kalsium. Aduk bahan-bahan tersebut hingga merata.
Timbun kembali lubang tanam dengan campuran media di atas. Kemudian siram dengan air hingga basah tapi jangan sampai tergenang. Biarkan lubang tanam yang telah ditimbun kembali tersinari matahari dan mengering.
Setelah 2-3 hari, berikan pupuk TSP sebanyak 25 gram. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang. Biarkan selama kurang lebih 1 hari. Kini lubang tanam siap untuk ditanami.

D.   Penanaman bibit buah naga
Untuk satu tiang panjat dibutuhkan 4 bibit tanaman buah naga. Bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman sekitar 10 cm. Bibit dipindahkan dari bedeng penyemaian atau polybag. Gali tanah sedalam 10-15 cm, atau disesuaikan dengan ukuran bibit. Kemudian bibit diletakkan pada galian tersebut dan ditimbun dengan tanah sambil dipadatkan.
Setelah ke-4 bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman tersebut sehingga menempel pada tiang panjat. Lakukan pengikatan setiap tanaman tumbuh menjulur sepanjang 20-30 cm. Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pertumbuhan tanaman dan agar tidak melukai batang.
E.   Pemupukan dan perawatan
1.    Pemupukan
Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) dan kalium (K). Pemakaian urea tidak dianjurkan untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang.
Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil.
2.     Penyiraman
Penyiraman bisa dilakukan dengan mengalirkan air pada parit-parit drainase. Selain itu juga bisa menggunakan gembor atau irigasi tetes. Sistem irigasi tetes lebih hemat air dan tenaga kerja namun perlu investasi yang cukup besar.
Penyiraman dengan parit drainase dilakukan dengan merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Bila penyiraman dilakukan dengan gembor, setiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.
Penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu karena kurang air.
F.    Pemangkasan
Terdapat setidaknya tiga tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yakni pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi dan pemangkasan peremajaan.
Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan pada batang bibit tanaman. Tanaman yang baik memiliki batang pokok yang panjang, besar dan kokoh. Untuk mendapatkan itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. Tunas yang tumbuh dibawahnya sebaiknya dipotong saja.
Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.
Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit tanaman.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk tanaman. Biasanya tanaman buah naga tumbuh tidak teratur. Upayakan agar tunas-tunas yang dipilih bisa membentuk tanaman dengan baik. Sehingga percabangan tidak terlalu rimbun dan batang yang ada dibawah tajuk bisa terkena sinar matahari dengan maksimal.

G.   Pemanenan
Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya bisa mencapai 15-20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali pada bulan ke 10 hingga 12 terhitung setelah tanam. Namun apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak langsung optimal.
Satu tanaman biasanya menghasilkan 1 kg buah. Dalam satu tiang panjat terdapat 4 tanaman. Berarti  dengan jumlah tonggal 1600 dalam satu hektar akan dihasilkan sekitar 6-7 ton buah naga sekali musim panen. Usaha budidaya buah naga yang sukses bisa menghasilkan lebih dari 50 ton buah per hektar per tahun.
Ciri-ciri buah yang siap panen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap. Jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram.

DEMIKIAN ULASANYA, udah banyak tapi rasanya masih ada yang kurang ya, J he he. Artikel tentang kandungan buah naga, dan khasiat buah naga bagi kesehatan udah terbit diartikel lain lho. Adapun kalau masih ada yng perlu diketahui tentang budidaya atau yag lainya, tinggalkan pesan dikomentar ya. Insyaallah akan segera diterbitkan. Semoga bermanfaat.TERIMAKASIH….

KUNYIT DAN KANDUNGANYA



      Deskripsi
Kunir atau kunyit (Curcuma longa ) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah Asia tenggara. Tanman ini kemudian mengalami persebaran kedaerah Indo-Malaysia, indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang indonesia dan india serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan,jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.
Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae. Kunyit dikenal di berbagai daerah dengan beberapa nama lokal, seperti Turmeric ( Inggris), Kurkuma ( Belanda ), kunyit (Indonesia dan Malaysia), Kunir ( Jawa), Koneng (Sunda), Konyet ( Madura ). Kunyit adalah rempah-rempah yang dapat digunkan dalam masakan dinegara-negara Asia. Kunyit sering digunakan sebagai bumbu dalam masakan sejenis Gulai, dan juga digunakan untuk memberi warna kuning pada masakan atau sebagai pengawet.
Produk farmasi berbahan baku kunyit, mampu bersaing dengan berbagai obat paten, misalnya untuk peradangan sendi (arthritis-rheumatoid), atau Ostea-arthritis berbahan aktif natrium deklofenak, piroksikam, dan fenilbutason dengan harga yang relatif mahal atau suplemen makanan (Vitamin Plus) dalam bentuk kapsul. Broduk barang jadi berupa suplemen makanan dalam bentuk kapsul (Vitamin Plus) pasar dan produksinya sudah sangat berkembang. Suplemen makanan dibuat dari bahan baku ekstrak kunyit dengan bahan tambahan Vitamin B1, B2, B6, B12, Vitamin E, lesitin, Amprotab, Mg-sterarat, Napagin dan Kolidon 90.
  Kandungan gizi
Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkumunuid yang terdiri  dari kurkumun, desmetoksikumin sebanyak 10 % dan bisdesmetoksikurkumin sebanyak 1-5% da zat-zat bermanfaat lainya seperti minyak astiri yang terdiri Keton sesquiterpan, turmeron, tumeon 60%, zingiberen 25%, felandren, sabinen sebanyak 1-3 %, karbohidrat sebanyak 3 %, protein 30 %, pati 8 %, Vitamin C 45-55 %, dan garam-garam mineral, yaitu zat besi, fosfor, dan kalsium.

JERUK NIPIS DAN KANDUNGANYA




a   deskripsi
Jeruk nipis termasuk satu jenis citrus geruk.Jeruk nipis termasuk jenis tanaman perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Tingginyasekitar 0,5 – 3,5 m. Batang pohon berkayu ulet, berduri, dan keras. Sedangkan permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Daunya majemuk, berbentuk elips dengan pangkal membulat, ujug tumpul, dan tepi beringgit. Panjang daunya mencapai 2,5-9 cm dan lebarnya 2-5 cm. Tulang daunya menyirip dengan tangkai bersayap, hijau dan lebar 5 -25 mm.
Bunganya berukuran majemuk/ tunggal yang tumbuh diketiak daun atau diujung batang dengan diameter 1,5 – 2,5 cm. Kelopak bunganya berbentuk seperti mangkok berbagi 4-5 dengan diameter 0,4-0,7 cm berwarna putih kekuningan dan tangkai putik silindris putih kekuningan. Daun mahkota berjumlah 4-5, berbentuk bulat telur atau lansat dengan panjang 0,7 – 1,25 cm dan lebar 0,25 -0,5 cm berwarna putih. Tanaman jeruk nipis pada umur 2 ½ tahun sudah mulai berbuah. Buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong dengan diameter 3,5 -5 cm berwarna ( kulit luar ) hijau atau kekuning-kuningan. Tanaman jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.
kandungan gizi
jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia yang bermanfaat, misalnya : asam sitrat, asam amino ( triptofan, lisin), minyak atsiri ( sitral, limonen, felandren, lemon kamfer, kedinen, gerani-lasetat, linali-lisetat, aktilaldehid, nonildehid ). Damar, glikosa, asam sitrum, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang, Vitamin B1 dan C. Selain itu jeruk nipis juga mengandung senyawa saponin dan flavonoid yaitu hesperidin (hesperetin 7-rutinosida), tanggeretin, naringin, eriocitrin, eriocitrocide, hesperidin yang bermanfaat untuk antiinflamasi, antioksidan, dan menghambat sintesis prostoglandin.
Hesperedin juga menghambat azoxymethane (AOM) yang menginduksi karsinogenesis pada calon kelinci, dan juga menghambat N-butil-N- (4-hidroksi-butil )nitrosamin yang menginduksi karsinogenesis pada kandung kemih tikus ( Chang.2001). jeruk nipis juga mengandung 7% minyak essensial yang mengandung citral, limonen, fanchon, terpinol, bisabolene, dan terpenoid lainya. D-Limonene dapat menghambat proliferensi dan menginduksi apoptosis pada sel HL-60 dan sel K562.

DAUN SIRIH DAN KANDUNGANYA




    Deskripsi
Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Sebagai budaya daun dan buahnya dapat dimakan dengan cara mengunyahnya bersama gambir, pinang dan kapur.  Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka)  sangat berperan dalam dunia kesehatan dan sebagai upacara adat rumpun melayu.
Tanaman merambat ini bisa mencapai 15 m. Batang sirih berwrna coklat kehijauan, berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertungkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas.
Panjangnya sekitar 5-8 cm dan lebar 2-5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung yang berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 – 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 – 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya berupa buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan.

     
       Kandungan dalam daun sirih
Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betlephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula, dan zat samak dan kovikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidan dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan,menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan pendarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah. Selain itu kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan  juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap.
demikian sedikit uraian tentang deskripsi dan kandungan daun sirih, akan segera terbit artikel tentang manfaat dan cara budidaya daun sirih, semoga bermanfaat bagi kita semua ya, amiin.
terimakasih..

Rabu, 24 Februari 2016

ALPUKAD DAN KANDUNGAN GIZINYA



Alpukat, atau persea american ialah tanaman hasil buah meja dengan nama sama. Tanaman ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah dan kini banyak dibudidayakan di Amerika  sebagai tanaman perkebunan monokultur dan sebagi tanaman pekarangan didaerah-daerah tropika lainya didunia, termasuk di Indonesia.
Pohon dengan batang mencapai tinggi 20 m dan daun sepanjang 12 hingga 25 cm. Bunganya bersembunyi dengan warna hijau kekuningan dan berukuran 5 hingga 10 mm. Ukuran buahnya bervariasi dari 7 hingga 20 cm, dengan masa 100 hingga 1000 g. Biji yang besar, 5 hingga 6,4 cm. Buahnya bertipe buni, memiliki kulit lembut tak rata berwarna hijau tuahingga kecoklatan, tergantung pada varietasnya. Daging buah apokat hijau muda dekat kulit dan kuning muda dekat biji, dengan tekstur lembut.
Alpokat memiliki banyak manfaat. Bijinya digunakan dalam industri pakaian sebagai pewarna yang tidak mudah luntur. Batang pohonya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kulit pohonya digunakan sebagai pewarna coklat pada produk dari bahan kulit. Daging buahnya dapat dijadikan hidangan serta bahan dasar untuk beberapa produk kosmetik dan kecantikan.


   Kandungan gizi dan obat
Alpukat atau avokad memiliki kandungan yang sangat tinggi. Alpukat setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukad kaya akan Protein, Riboflavin ( atau dikenal dengan Vitamin B2). Niasin ( B3), Potasium ( kalium) dan Vitamin C. Berikut ini adalah rincianya:
-       Vitamin E dan vitamin A.
Vitamin E dikenal dengan vitamin yang berguna untuk mengahaluskan kulit. Campuran Vitamin E dan Vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi keduanyamembuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.
-       Potasiumatau Kalium yang ada dalam Alpukad dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan  dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.
-       Lemak tak jenuh.
Dalam Alpukad ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkankadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker dan penyakit jantung. Lemak tak jenuhpada Alpkad juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh.lemak tak jenuh pada Alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.
-       Asam Oleat.
Asam Oleat adalah anti oksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.
-       Vitamin B6.
Vitamin ini berkhasiat meredakan sindrom pra-haid atau pra-Mentruasi yang umumnya diderita wanita setiap bulan.
-       Zat besi dan tembaga.
Zat ini diperlukan dalamproses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit Anemia (kekurangan darah).
-       Mineral Mangaan dan Seng.
Unsur ini bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf.

demikian sedikit uraian kami tentang buah alpukad dan kandunganya, walau sedikit semoga bermanfaat. amiin.
artikel tentang buah alpukad lainya insyaallah akan segera terbit, seperti cara budidaya alpukad ataupun khasiat alpukad bagi kesehatan kita..
trmakasih

BUAH NAGA




a. deskripsi

Buah naga, (inggris : pataya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Namun sekarang jug dibudidayakan dinegara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, bahkan di Indonesia.
Buah Naga terdiri dari akar, batang, duri, bunga, dan buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang dalam tanah pada batang atas sebagai akat gantung. Akar tumbuh isepanjang batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Pada bagian duri, akan tumbuh binga yang bentuknya  mirip bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat.  Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning unutk buah naga kuning. Disekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut Buah Naga.
Batang da bentuknya segitiga, durinya sangat pendek dan tidak mencolok, sehingga sering dianggap “ kaktus tak berduru”. Bunganya mekar pada awal senja jika kuncup bunga sudah berukuran 3 cm.  Mahkota bunga bagian luar yag berwarna krem, mekar sekitar pukul sembilan malam, lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, mliputi sejumlah benang sari yang berwarna kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh, bunga nagamenyebar bau yang harum. Aroma ini untuk memikat kelelawar, agar menyerbuki bunga buah naga.
B.    Kandngan gizi dan obat
Secara keseluruhan, setiap buah naga merah mengandung protein yang mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan juga kesehatan jantung ; serat ( mencegah kanker usus, kencing manis dan diet) ; karotin ( menjaga kesehatan mata, enguatkan otak dan mencegah masuknya penyakit) ; kalsium (menguatka tulang). Buah naga juga mengandung zat besi untuk menambah darah ; vitamin B1 (mencegah demam badan) ; B3 (menurunkan kadar kolesterol) ; dan vitamin C (menambah kelicinan.kehalusan kulit serta mencegah jerawat).
Berikut ini kandungan nutrisi lengkap Buah Naga :
-       Kadar gula : 13-18 briks
-       Air                               : 90 %
-       Karbonhidrat             : 0,139 g
-       Protein                       : 0,53 g
-       Serat                           : 0,71 g
-       Kalsium                     : 134,5 mg
-       Fosfor                         : 8,7 mg
-       Magnesium               : 60,4 mg
Vitamin C                  : 9,4 mg

demikian sedikit uraian kami tentang BUAH NAGA, cuman sedikit namun semoga bermanfaat.     amin.. 
artikel lainya tentang budidaya buah naga, dan juga khasiat buah naga untuk kesehatan tubuh akan segera hadir. 
terima kasih..