a. Deskripsi
Kedelai merupakan terma dekotil semusim dengan
percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium.
Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tanaman setengah merambat dalam
kneadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah
subtropik, juga merupaka tanaman hari pendek dengan waktu kritis rata-rata 13
jam. Ia akan segera berbunga apabila pada masa berbunga panjang harikurang dari
13 jam. Ini menjelaskan rendahya produksi didaerah tropika, karena tanaman
terlalu dini berbunga.
Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit
biji dan tidak mengandung jaringan endosperma. Embrio terletak diantara keping
biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, dan coklat. Pusar biji (hilum)
dalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai
umumnya bulat lonjong tetapi ada pula yang bulat agak pipih. Biji kedelai yang
kering akan berkecambah apabila memperoleh air yang cukup. Kecambah kedelai
tergolong epigeous, yaitu keping biji tumbuh diatas tanah . warna hipokotil,
yaitu batang kecambah dibawah keping, ungu atau hujau yang berhubungan dengan warna bunga. Kedelai
yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga
putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran ( tauge).
Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang
membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari
permukaan tanah. Jika kelembaban tanah turun, akar akan berkembang lebih
kedalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. Pertanaman kesamping dapat
mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai
tempat bertumbuhnya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara, akar
tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya intil-bintil akar. Bintik
akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat netrogen Bradyrhizobium
japonicumyang bersimbiosis secara mutuasi dengan kedelai. Pada tanah yang
mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15-20 hari setelah
tanam. Bateri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari udara
dalambentuk gas N2 yang kemudian dapat
digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO2).
b. Kandungan
gizi
Kandungan kedelai per 100 g nya adalah sebagai
berikut :
- Protein 34,9 g
- Kalori 331 kal
- Lemak 18,1 g
- Hidrat arang 34,8 g
- Kalsium 227 mg
- Fosfor 585 mg
- Zat besi 8 mg
- Vitamin A 110 si
- Vitamin
B1 1,07 mg

Tidak ada komentar:
Posting Komentar