Senin, 29 Februari 2016

temulawak



a.    Deskripsi
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza ROXB) adalah tanaman obat-obatan yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Tanaman ini berasal dari Indonesia khususnya pulau Jawa, kemudian menyebar kebeberapa tempat dikawasan wilayah biogeografi Malesia.
Saat ini  sebagian besar budidaya teulawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina . tanaman ini selain di Asia tenggara dapat ditemui pula di Cina, dan juga di negara-negara Asia dan sebagian Eropa lainya. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 m diatas permukaan laut dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang temulawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur.
Tanaman terna berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1 m tetapi kurang dari 2  m , merupakan metamorfosis dari daun tanaman , berwarna hijau atau coklat gelap. Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berukuran besar, bercabang-cabang, dan berwarna coklat kemerahan, kuning tua atau berwarna hijau gelap. Tiap batang mempunyai daun 2 – 9 helaidengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lansat, warna daun hijau atau coklat kekuningan terang sampai gelap, panjang daun 31 – 84 cm dan lebar 10 – 80 cm, pada setiap helaianya  dihubungkan dengan pelepah dan tangkai daun agak panjang, sedangkan bunganya berwarna kuning tua, berbentuk unik dan bergerombol yakni perbungaan lateral.
Tangkai ramping dan sisik berbentuk garis, panjang tangkai 9 – 23 cm dan lebar 4  -6 cm, berdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan mahkota bunga. Kelopak bunga berwarna putih berbulu, panjang 8 – 13 mm, mahkota bunga berbentuk tabung dengan panjang keseluruhan 4,5 cm. Helaian bunga berbentuk bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau merah, panjang 1,25 – 2 cm  dan lebar 1 cm, sedangkan daging rimpang berwarna jingga tua atau kecoklatan, beraroma tajam yang menyengat dan rasanya pahit.

b.    Kandungan
Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean  dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer glukosida, foluymetik karbinol. Dan kurkumin yang terdapat  pada rimpang tanaman ini bersifat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar